Rabu, 04 Mei 2011

Maher Zain - The Chosen One


In a time of darkness and greed
It is your light that we need
You came to teach us how to live
Muhmmad, ya Rasoola Allah

You were so caring and kind
Your soul was full of light
You are the best of mankind
Muhammad, khairu khalqi Allah

Chorus:
Sallou 'ala Rasooli Allah
Habibil Mustafa
Peace be upon the Messenger
The Chosen One

From luxury you turned away
And all night you would pray
Truthful in every word you say
Muhammad, ya Rasoola Allah

Your face was brighter than the sun
Your beauty equalled by none
You are Allah's Chosen One
Muhammad, khayru khalqi Allah

Chorus

I'll try to follow your way
And do my best to live my life
As you taught me
I pray to be close to you
On that day, and see you smile
When you see me

Chorus

Lyrics: Bara Kherigi
Melody & Arrangement: Maher Zain
© Awakening Records 2010

Selasa, 03 Mei 2011

Bubur Ayam Pasar Bunga Rawa Belong, Mak Nyooss

Jalan-jalan pagi di hari libur bersama keluarga memang menyenangkan. Selain dapat membangun kebersamaan  dalam keluarga, juga dapat melancarkan peredaran darah untuk kesehatan dan menghilangkan rasa jenuh  setelah sepekan melakukan aktifitas rutin kantor.

Sehabis jalan-jalan pagi tidak lupa cari sarapan ringan, murah meriah dan mengenyangkan. Apalagi kalau bukan Bubur Ayam. Sarapan yang satu ini sudah jadi favorit keluarga sebab cocok untuk orang dewasa ataupun anak-anak balita. Jadi bubur ayam bukan cuma untuk orang sakit aja loh, enak juga untuk yang sehat.

Salah satu tempat yang menjajakan bubur ayam adalah bubur ayam yang terdapat di kawasan pasar bunga Rawa Belong. Pedagang bubur ayam ini sudah lama menjual bubur ayam di kawasan ini. Pelanggannyapun beragam mulai dari pedagang pasar di sekitar hingga warga yang datang dari berbagai tempat, jauh maupun dekat.

Tempatnyapun sederhana, hanya menggunakan gerobak yang mangkal di pinggir jalan dan beberapa kursi untuk pembeli yang makan di tempat. Dalam melayani pembeli pedagang bubur ayam ini di bantu oleh istri serta tiga orang anak buahnya. Setiap hari ngga pernah ada sepinya alias selalu ramai oleh pembeli. Pemebelinyapun datang dari berbagai kalangan terlihat banyak yang membawa kendaraan roda dua ataupun roda empat, banyak juga yang jalan kaki seperti saya ini, khan sambil jalan pagi-pagi (he..he).

Penjual bubur ayam ini selalu menghabiskan tiga panci besar dalam waktu cuma empat jam sejak pukul 05.30 hingga pukul 08.30 wib. Bahkan kadang sampai kualahan melayani pembeli. Karena tidak sedikit pembeli yang membawa wadah sendiri untuk di bawa pulang untuk oleh-oleh kali yah ?.

Selain rasanya yang enak di lidah atau mak nyoss kalau kata Mas Bondan Winarno, harganyapun relatif murah dan terjangkau untuk semua kalangan, cuma Rp.7000,- perporsinya. wajar aja kalau banyak yang antri untuk membeli. Pokoknya kalau datang kesiangan pasti ngga kebagian.

Penasaran khan pengen coba bubur ayam yang satu ini. Datang aja ke Kawasan Pusat Pasar Bunga Rawa Belong di Jl. Sulaiman Kelurahan Sukabumi Utara kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat. Tapi jangan sampai kesiangan sebab saya jamin bakalan ngga kebagian. Di jamin Mak Nyoos dech kata Mas Bondan Winarno seperti di sebuah acara stasiun TV. (mj)

Dying Inside

Seorang sahabat yang baik mengirimkan sebuah cerita hikmah kepada saya melalui akun facebooknya. Seperti ini ceritanya, Puluhan tahun yang lalu, di sebuah desa di Kaliwungu Kudus ada seorang tua, pekerjaan beliau adalah tukang asah pisau keliling. Setiap hari orang tua tersebut berkeliling dari rumah ke rumah untuk menawarkan jasanya. Beliau berkeliling sambil membunyikan lonceng kecil, untuk
menarik perhatian orang.

Pada awalnya, banyak sekali orang yang memanfaatkan jasa beliau. Setiap hari selalu ada saja orang yang mengasahkan pisau ataupun gunting mereka ke orang tua tersebut. Dengan pekerjaan mengasah pisau, orang tua tersebut bisa menghidupi keluarganya.

Tahun demi tahun berlalu, jaman semakin modern dan membuat segalanya menjadi praktis. Demikian juga, pisau-pisau maupun gunting-gunting yang ada di pasaran semakin berkualitas dan murah. Sehingga perlahan- lahan tidak ada lagi orang yang mengasahkan pisau atau guntingnya. Mereka lebih memilih untuk membeli yang baru daripada mengasahkannya. Akibatnya, tidak ada lagi orang yang membutuhkan jasa orang tua si pengasah pisau tersebut.

Tetapi setiap hari orang tua tersebut tetap berkeliling seperti biasa, dengan harapan masih ada orang yang mau memanfaatkan jasanya.
Awalnya, orang tua tersebut masih bersemangat. Tapi lamakelamaan, semangatnya semakin kendur karena dia merasa tidak ada lagi orang yang membutuhkan dia.

Waktu berlalu, akhirnya tidak lama, orang tua tersebut meninggal. Ada yang mengatakan bahwa orang tua tersebut meninggal karena kanker. Tapi sebenarnya apa yang menyebabkan orang tua tersebut meninggal ?

Apa yang akan Anda rasakan bila tidak ada lagi orang yang membutuhkan Anda? Anda akan merasa dying inside. Menurut teori kebutuhan Abraham Maslow, kebutuhan manusia yang paling tinggi adalah aktualisasi diri. Anda akan merasa sangat berarti bila Anda dibutuhkan oleh banyak orang. Oleh karena itu, buatlah sesuatu yang dapat membuat diri Anda dibutuhkan, kembangkan potensi diri Anda !

Cerita hikmah di atas mengajarkan kita agar senantiasa menjadi orang yang selalu mengembangkan diri dengan bekerja atau amal yang bermanfaat. Bermanfaat untuk diri sendiri dan bermanfaat bagi orang lain.

Jauh sebelum Abraham Maslow berteori tentang kebutuhan manusia yang paling tinggi. Islam telah mengajarkan melalui sabda Nabi Muhammad saw, bahwa "Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain" (HR Attirmidzi).

Hadis ini mengajarkan kita agar senantiasa menjadi manusia yang selalu mengaktualisasikan diri dengan amal. Amal yang membawa manfaat kebaikan yang di rasakan oleh orang lain bukan hanya diri sendiri, amal besar atau pun kecil. Sehingga keberadaan kita akan senantiasa di harapkan oleh setiap orang lain. Manfaat kebaikan hanya akan datang dari amal-amal kebaikan. Dengan amal kebaikan akan melahirkan buah kebaikan.

Banyak hal-hal kecil yang dapat kita lakukan dan dapat membawa manfaat besar untuk orang lain. seperti menampakkan senyum kepada setiap orang yang kita jumpai, mendoakaan orang lain yang dalam kesusahan dan sakit atau di landa musibah atau sekedar menyingkirkan duri di jalan sehingga banyak orang akan terhindar dari bahaya duri itu. Terlebih lagi jika kita dapat melakukan sebuah amalan yang dapat membawa manfaat besar bagi banyak orang.

Saat orang lain membutuhkan kita saat itu pula diri kita senantiasa menjadi orang yang bermanfaat dan berdaya guna bagi orang lain. Menjadi orang yang bermanfaat dan berdaya guna akan senantiasa menjadikan kita orang yang selalu berkarya dan beramal dengan mengembangkan seluruh potensi yang ada.

Allah SWT berfirman dalam sebuah ayat-Nya "Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS Attaubah:105)

Sebagai seorang muslim waktu merupakan anugrah terbesar yang di berikan kepada kita. sehingga setiap detik waktu yang kita lewatkan merupakan peluang beramal yang harus kita kerjakan. tidak boleh ada sedetik waktupun yang terlewatkan dengan sia-sia.

Allah SWT memberikan potensi dan waktu yang sama kepada setiap manusia. Sehingga setiap kita akan memiliki peluang kesuksesan dan kebahagiaan yang sama. Tinggal bagaimana kita banyak mengembangkan potensi diri itu dan memanfaatkan peluang waktu yang diberikan kepada kita. sehingga kita tidak menjadi manusia yang sia-sia di dunia ataupun di akhirat kelak.

"Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran". (QS AL Ashr : 1-3)

Wallahu 'alamu bishowab.